Selasa, 15 September 2009

Sedikit catatan dari seminar bersama Romo Deshi tentang Apologetika Biblis Katolik

APOLOGETIKA BIBLIS KATOLIK

Romo Deshi Ramadhani,
Katedral Jakarta 12 September 2009

Pengantar:

Diawali dengan latar belakang apa yang dikatakan oleh gereja tentang
hubungan kita dalam konteks ekumenisme dengan saudara-saudari Protestan dan
melihat tantangan dan contoh argumen mana yang selama ini sering digunakan
untuk menyerang kita. Pada umumnya hubungan kita baik-baik saja walau
kenyataan tidak selalu seperti itu, ada saat-saat di mana hubungan kita
menjadi sesuatu yang seperti perdebatan.

Sementara itu ada perkembangan di luar gereja Katolik yang tanpa kita
ketahui begitu kuat dan pesat mewarnai kekristenan dari gerakan Pentakostal
karismatik bahkan sekarang dikatakan gerakan Pentakostal karismatik menjadi
aliran besar dalam kekristenan setelah Katolik dan Protestan banyak negara
yang Katolik menjadi Pentakostal katrismatik, Brazil misalnya dan Filipin
yang pelan-pelan menuju ke arah itu.

Efeknya adalah banyak orang Katolik yang mudah diyakinkan oleh
argumen-argumen biblis. Sebuah data dari tahun 1994 menunjukkan bahwa
anggotanya lebih dari 400juta dengan kecepatan pertambahan 19 juta per
tahun. Berarti perhari mereka mendapatkan 54.000 anggota baru. Diperkirakan
ada sekitar 14 000 denominasi di luar aliran-aliran besar Protestan sendiri
sehingga pada tahun 1994 setiap denominasi, mendapat 3 atau 4 anggota baru
tiap hari. Pemasok paling besar adalah gereja Katolik. Kelompok bekas
Katolik ini bertambah begitu cepat karena daya tarik gerakan Pentakostal.
Ada satu ciri yang berjalan beriring dan bercampur dengan perkembangan
pentaskostal tersebut yaitu cara penafsiran alkitab secara fundamentalis
sehingga ada istilah fundamentalis biblis.

Fundamentalis vs Katolik Roma

Tahun 1962 Loraine Boettner menulis sebuah buku berjudul Roman Catholicism.
Buku ini menjadi buku pegangan untuk orang-orang Protestan Fundamentalis
Biblis garis keras karena buku ini walau judulnya Roman Catholicism tapi
isinya adalah segala macam pembuktian berdasarkan teks-teks Kitab Suci yang
ingin memperlihatkan bahwa ada banyak hal yang keliru dalam gereja Katolik
Roma, banyak hal yang tak berdasarkan Kitab Suci secara eksplisit.
Pernyataan ini ditambah dengan kesadaran bahwa salah satu ciri fundamentalis
biblis adalah mereka sangat menaruh perhatian pada akhir zaman, ada
perhitungan-perhitungan khusus. Perhatian dititikberatkan pada akhir zaman
karena menimbulkan motivasi sangat kuat agar orang bertobat dan menjadi baik
karena kalau tidak akan terlambat. Dalam dinamika itu banyak orang juga
digerakkan oleh buku tersebut dan justru digerakkan oleh pengalaman rohani,
cinta mereka akan Yesus, mereka masuk dalam kelompok misi untuk
mempertobatkan orang katolik.

Orang-orang muda itu berdoa sungguh-sungguh agar ada teman yang Katolik bisa
dipertobatkan karena mereka begitu sedih melihat banyak temannya disesatkan
oleh ajaran gereja Katolik sehingga akan binasa kalau akhir zaman tiba.
Mereka punya sebuah misi yaitu Mission to Catholics International, sebuah
bentuk pelayanan fundamental evangelikal yang ingin merangkul dan menjangkau
orang-orang Katolik dengan pesan keselamatan dari Kitab Suci. Prinsipnya
hanya rahmat, hanya melalui iman, hanya dalam Kristus, kita percaya
keselamatan yang diajarkan hanya oleh kitab suci saja.

BAGAIMANA BERJALAN BERSAMA/UNITATIS REDINTEGRATIO 11

Catatan: tidak semua orang Protestan adalah fundamentalis, tak semua orang
Pentakostal fundamentalis, tidak semua karismatik fundamentalis, tak semua
Protestan anti Katolik tapi ada dari mereka yang anti Katolik. Lalu menjadi
sebuah ‘bahaya’ karena kenyataan perkembangan karismatik Pentakostal yang
sedemikian cepat karena adanya cara penafsiran fundamentalis yang anti
Katolik.

Unitatis Redintegratio 11. dokumen KONSILI VATIKAN II

¡ Metode serta cara mengungkapkan iman Katolik jangan sampai menghambat
dialog dengan saudara-saudari kita. Memang seharusnyalah ajaran seutuhnya
diuraikan dengan jelas. Tiada sesuatu pun yang begitu asing bagi ekumenisme
seperti irenisme (sikap “suka damai”) palsu, yang merugikan bagi kemurnian
ajaran Katolik, serta mengaburkan artinya yang otentik dan pasti.

¡ Iman Katolik hendaknya diuraikan secara lebih mendalam sekaligus
lebih cermat, dengan cara dan bahasa yang sungguh dapat dipahami oleh
saudara-saudari yang terpisah.

Paus Benediktus XVI punya keyakinan bahwa relativisme iman itu membahayakan
iman Katolik. Kita harus berdialog tapi juga harus membela, mempertahankan,
menjelaskan apa yang buat kita menjadi kebenaran iman kita. Artinya kalau
mau berdialog dengan mereka, mau membuka diri untuk berbicara dengan mereka
kita perlu secara serius mempelajari apa yang ada dalam kekayaan kita yang
bisa menjadi bahasa yang sama yang bisa dipahami oleh saudara-saudari yang
anti Katolik itu dan bahasa mereka adalah kitab suci. Bahasa mereka tak ada
yang lain, mereka tak akan mengutip wejangan Paus, Dokumen Konsili Vatikan
II, Dogma gereja Katolik, apalagi ucapan santo-santa, selain itu kita juga,
umat dan hirarki, klerus, para romo, uskup seringkali begitu cepat
bersembunyi dalam rasa aman di balik bungkus yang disebut tradisi,
magisterium.

Unitatis redintegratio 21

l Akan tetapi dalam dialog sendiri sabda Allah merupakan upaya yang
luar biasa dalam tangan Allah yang penuh kuasa untuk mencapai kesatuan, yang
oleh Sang Penyelamat ditawarkan kepada semua orang.

Dokumen yang sama secara lebih ekplisit mengundang orang Katolik untuk
melihat Kitab Suci. Akan tetapi dalam dialog itu sendiri, sabda Allah
merupakan upaya yang luar biasa, artinya Kitab Suci yang kita miliki adalah
upaya yang luar biasa dalam tangan Allah dan yang penuh kuasa untuk mencapai
kesatuan yang oleh sang Penyelamat ditawarkan pada setiap orang.

Kita yang dipercaya oleh Tuhan untuk ikut serta dalam karya Allah
mengusahakan sabda yang ditulis itu supaya dikenal umat, diberi kepercayaan
lebih lagi untuk lebih serius mengusahakan bahasa Kitab Suci sebagai dasar
menjelaskan kebenaran iman. Bisa lewat analisis refleksi teologis tapi bisa
juga dijelaskan hanya dengan ayat-ayat yang mereka kenal itu.

BEBERAPA CONTOH.

TENTANG 666: Warning 666 is coming

Ini menu kesukaan orang fundamentalis anti Katolik.

Wahyu 13:18
13:18 Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah
ia menghitung bilangan binatang itu,
karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah
enam ratus enam puluh enam.






Untuk orang fundamentalis biblis, 666 ini berarti binatang antikristus yang
adalah Paus di Roma. Kitab Wahyu ditulis pada saat jemaat perdana mengalami
banyak pengejaran, penganiaya terbesar adalah kaisar Nero, banyak orang mati
di sana pada waktu itu dan angka 666 ini sebenarnya ditujukan untuk Nero.
Tapi para kaum fundamentalis tersebut mengatakan bahwa 666 itu adalah simbol
untuk siapapun yang berkuasa di Roma, yang berkuasa di Roma adalah Paus maka
jangan heran banyak selebaran di sana-sini yang mengatakan bahwa apa yang
disebut sebagai antiKristus adalah Paus dan pengikutnya adalah kita semua
dan karena itu dia yang memimpin dan segala pengikutnya akan dibasmi pada
akhir zaman karena ketika anak manusia tampil kembali sang antikristus akan
kalah.

Nero dalam tradisi literatur kuno atau antik ditulis dengan huruf-huruf
dalam kata-kata yang juga menjadi simbol untuk jumlah tertentu.

Nun dalam bahasa Yunani = 50

Resh 200

Waw 6

qoph 100

samech 60

NRWN QSR (666) dihitung jumlahnya 666

Para ahli dikejutkan oleh sebuah temuan, sebuah teks yang lebih tua dari
teks yang biasa kita pakai yang waktu itu ditulis tanpa huruf N di belakang
NRW QSR, untuk penulisan nama kaisar Nero sehingga kalau Nun tak ada berarti
jumlahnya hanya 616. Ini teks yang menurut banyak ahli lebih tua tapi kenapa
lalu dibuat bulat supaya jadi 666? Dalam cara penulisan itu huruf N akhir
optional, bisa ditaruh bisa tidak.

Tanggapan:

Dalam Kitab Suci kita ketahun bahwa 7 adalah angka sempurna, jadi 777 itu
sempurna sekali, disini ingin dijelaskan bahwa ada sebuah kekuatan yang tak
bakal sempurna karena kesempurnaan hanya milik Tuhan, maka untuk kekuatan
yang paling menakutkan itu, simbol yang paling jelas adalah 666.

Seringkali ada orang membuat argumen pokoknya gerejamu antikristus, kamu
salah, ada buktinya. Tetapi kalau mau serius berpikiran sehat sedikit kita
akan memahami bahwa 666 itu adalah Nero, kekuatan yang luar biasa yang
membunuh para pengikut Kristus.

MARIA HAWA YANG BARU/TENTANG MARIA DIKANDUNG TANPA NODA DOSA






Kita akan mencoba menguji ajaran iman dalam dogma Katolik tentang Maria
dikandung tanpa noda, Maria diangkat ke surga dengan tubuh dan jiwanya.

Kelompok Fundamentalis Biblis Anti Katolik mengatakan gereja lewat
magisterium, lewat Paus menambah sesuatu yang baru dalam Kitab Suci karena
kalau ditanya tentang dogma-dogma tersebut maka tak ada ayatnya dalam Kitab
Suci. Teks Kitab Suci tidak mengatakan apa-apa tentang Maria diangkat ke
surga maupun Maria dikandung tanpa noda, tapi kita akan membuktikan bahwa
yang dilakukan oleh Gereja Katolik sangat mendasar pada Kitab Suci.

1. Kej 1:1, kita membaca pada awal mula Allah menciptakan dunia, bdk Yoh
1:1 kita juga mendengar pada mulanya adalah Firman, Firman bersama dengan
Allah dan Firman adalah Allah. Orang yang terbiasa dengan Kejadian 1, atau
orang Yahudi yang mendegar Yohanes akan bilang hati-hati, ini merupakan
rujukan pada kisah Kejadian.

2. Ungkapan tentang terang Kej 1:3-5 bdk Yoh 1:4-5

3. Ungkapan saat Yesus dibaptis, Roh turun melayang Yoh 1:32-33 bdk Kej
1:2 dikatakan Roh Allah melayang-layang artinya orang yang terbiasa dengan
kitab Kejadian akan menangkap sesuatu yang mau dikatakan oleh Yohanes itu
berkaitan dengan Kitab Kejadian

4. Yohanes sangat gemar menghitung hari. Yoh 1:29 (hari ke-2), ayat 35
(hari ke 3), ayat 43 (hari ke-4), keesokan harinya. Dalam Yohanes 2:1
dikatakan pada hari yang ke tiga berarti hari tersebut dihitung dari hari
yang keempat, berarti itu adalah hari ke tujuh, orang Yahudi yang terbiasa
dengan Kitab Kejadian tahu bahwa pada hari ke-7 Allah beristirahat, maka
mereka akan menyatakan bahwa Yohanes ingin mengatakan sesuatu yang terjadi
pada hari ke tujuh. Pada hari ke tujuh terjadi perkawinan di Kana. Yoh 2:4;
19:26-Yesus berkata: Perempuan, waktu-Ku belum tiba. Maria disapa sebagai
perempuan bukan mami, atau mama tapi perempuan dan diucapkan lagi oleh Yesus
pada saat di salib hai perempuan inilah anakmu, inilah ibumu. Kata
perempuan mengingatkan kita pada Kejadian 2:23, ucapan bahwa Adam memberi
nama perempuan itu Hawa, karena diambil dari laki-laki. Kata perempuan ini
kalau dilihat dalam Wahyu muncul lagi: Why 12:1, 9 perempuan.. ular iblis
bdk Kejadian 3:15

5. Eva à ß AVE Maria dihadirkan sebagai hawa yang baru lewat perhitungan
hari dan sapaan sebagai perempuan dan dalam Wahyu terjadi bahwa Maria adalah
hawa yang baru. Hawa yang lama diciptakan tanpa dosa, waktu itu belum ada
dosa, diambil dari tulang rusuk, dikasih daging buzz jadi manusia, kalau
Hawa yang lama saja tidak berdosa, Hawa yang baru harus juga tidak berdosa,
kalau tidak bagaimana bisa jadi Hawa yang baru, sehingga gereja mengatakan
Maria dikandung tanpa dosa, karena merumuskan dengan dasar Kitab Suci Maria
sebagai hawa yang baru.

6. Gereja Katolik tak menambah sesuatu yang baru yang tak ada dalam Kitab
Suci sebaliknya gereja Katolik membaca secara serius seluruh isi Kitab Suci,
dari awal Perjanjian Lama sampai akhir Perjanjian Baru dan melihat bahwa
Maria adalah Hawa yang baru sehingga meskipun tak diutulis secara eksplisit,
namun ada kebenaran yang bisa dibuat secara eksplisit oleh gereja dan
magisterium mengatakan dia dikandung tanpa noda dosa.







TABUT PERJANJIAN YANG BARU/TENTANG DOGMA MARIA DIANGKAT KE SURGA

Bagaimana Maria dikatakan dalam gereja Katolik di mana ada hari Pesta Maria
di angkat ke surga. Tak ada ayatnya dalam Kitab Suci. Kalau kita melihat 2
Sam 6 bdk Luk 1. 2 Sam 6 berkisah tentang tabut perjanjian yang dibawa ke
Yerusalem oleh Raja Daud, dia menari-nari dan melonjak-lonjak kegirangan
karena ada tabut perjanjian yang dibawa ke Yerusalem lalu orang-orang yang
mmbawa takut dan harus berhati-hati, bahkan ada insiden mereka pegang-pegang
tabut perjanjian tersebut dan ternyata salah lalu mati. Tabut Perjanjian
tinggal selama tiga bulan di sana. Bdk Luk 1, kisah tentang Maria yang
mengunjungi Elisabet. Ketika Maria datang ada yang melonjak kegirangan,
yaitu bayi dalam kandungan Elisabet, Elisabet merasa tak pantas, siapakah
aku sehingga ibu Tuhanku mengunjungi aku . Maria tinggal 3 bulan di sana.
Untuk orang yang terbiasa dengan 2 Sam 6 maka mereka akan melihat dengan
jelas bahwa kisah dalam Perjanjian Lama terulang kembali dalam kisah Maria
mengunjungi Elisabet. Reaksi dalam tabut Perjanjian Lama terulang dalam
kandungan Elisabet, sehingga dikatakan Maria sebagai tabut perjanjian yang
baru.

ISI TABUT PERJANJIAN LAMA

Dua loh batu à sabda

Dalam Tabut perjanjian berisi 2 loh batu atau 10 perintah Allah. Juga ada
roti manna, ada tongkat Harun, tongkat imam. Tabut Perjanjian Lama memuat
Loh batu 10 sabda 10 perintah Allah, tabut perjanjian yang baru memuat sang
sabda menjadi daging,

Tongkat Imam Harun

Tabut Perjanjian Lama menyimpan tongkat imam Harun, tabut Perjanjian Baru,
Maria mengandung Sang Imam Agung itu sendiri

Ada roti manna sedangkan dalam Tabut Perjanjian Baru, Maria mengandung Yesus
yang adalah Sang Roti Hidup.

Maka data ini cukup kuat memperlihatkan Maria diperkenalkan sebagai Tabut
Perjanjian yang Baru

Apa yang terjadi dengan tabut perjanjian yang lama?

Lihat Wahyu 11:19 + 12:1 ada penampakan Bait Allah di langit dan tampaklah
tabut perjanjian itu. Tapi kalau melihat dengan lebih cermat, ternyata
setelah penampakan Bait Allah dan tabut perjanjian ke luar, maka terlihatlah
seorang wanita. Artinya kalau Maria adalah Tabut Perjanjian yang Baru dan
jelas dilihat kaitannya sangat erat, maka kalau tabut perjanjian yang lama
diangkat ke surga, Tabut Perjanjian yang Baru pasti juga diangkat ke surga.
Dengan dasar ini gereja Katolik menyimpulkan bahwa Maria diangkat ke surga,
tak ada ayatnya tapi kalau membaca Kitab Suci dengan jelas dari awal sampai
akhir maka kesimpulannya tak bisa lain Maria pasti diangkat ke surga.

Gereja Katolik tak mengada-ada atau membuat sesuatu yang baru tapi membuat
eksplisit apa yang dikatakan secara jelas oleh Kitab Suci. Dengan segala
cinta kita mau berdialog dan terbuka tapi ada saatnya iman kita harus
berbicara dengan bahasa yang mereka punya yaitu bahasa Kitab Suci. Kita
diberi tanggungjawab untuk mengajak umat punya bekal dalam hal ini.

(terima kasih u Mungky [belimbingku@gmail.com] atas kiriman artikelnya di milis ApiK juga milis PDKK Gloria)
-- Post From My iPhone