Para Saudara dan Saudari yang terkasih, pemberkatan gereja stasi St. Laurensius melalui tangan Bapak Uskup Agung kita, sudah terselenggara. Rasa syukur pantas kita lambungkan kepada Allah yang telah menganugerahkan peristiwa penuh rahmat kepada seluruh umat stasi St. Laurensius. Terima kasih kepada PPG, Dewan Stasi, Para Pengurus Lingkungan dan Wilayah, Kelompok Kategorial, Panitia Pemberkatan Gereja, dan para Donatur yang telah bekerjasama, bahu membahu untuk terselenggaranya upacara penuh syukur ini. Terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh umat Stasi St. Laurensius yang setia, sabar, tekun, dan penuh tanggung jawab secara aktif turut serta dalam proses pembangunan dan upacara pemberkatan gedung gereja ini. Dengan caranya masing-masing, Anda semua telah ikut berperanserta mewujudkan gereja stasi kita tercinta ini. Dalam upacara pemberkatan saya mendengar keluhan-keluhan dari umat, tentang tempat duduk dan konsumsi. Dalam hal ini kita memposisikan diri sebagai tuan rumah.Tuan rumah yang baik tentu kita mendahulukan para tamu undangan kita. "Kok umat stasi sendiri malah dapat tempat duduk di luar atau di aula, sementara bangku gereja penuh dengan undangan" demikian kira-kira yang kita dengar. Yang jelas umat stasi St. Laurensius-lah yang akhirnya menggunakan gereja ini. Pepatah mengatakan "Tak ada gading yang tak retak". Dalam peristiwa hidup pasti ada kelebihan ada juga kekurangan. Demikian juga dengan bangunan gereja kita. Ada beberapa umat yang berkeluh kesah tentang bentuk ideal dan sarana publik yang ada. "Maunya ada wc di atas, maunya ada ini dan itu...." Berbagai macam harapan tersebut, saya anggap sebagai suatu bentuk kepedulian yang positif dari umat. Untuk saat ini, saya mohon kepada seluruh perangkat dan umat yang ada di stasi St. Laurensius: *"Inilah Gereja Anda semua. Milik kita bersama. Terimalah dengan penuh syukur, dengan segala kekurangan dan kelebihan yang ada di dalamnya"*. Ada sementara ini, beberapa paroki di KAJ, sampai saat ini masih kesulitan untuk membangun gereja. Sebut saja paroki St. Agustinus di Perum Karawaci sebagai cikal bakal Paroki St. Monika, St. Odilia, St. Helena, dan stasi St. Laurensius. Mereka belum punya gedung gereja karena perijinannya dihambat terus. Bahkan stasi St. Ambrosius sendiri yang akan membangun gerejanya di perumahan Villa Melati Mas, sampai saat ini masih terkendala oleh penolakan penduduk setempat. Paroki tetangga kita, St. Bernadet, Ciledug, masih berpindah-pindah tempat untuk misa mingguan dan harus sewa tempat/gedung. Ketua Lingkungan St. Mikael, Bapak Justinus Juwono dalam milis dewan pleno menyampaikan pesan berikut:/ "Mudah-mudahan kita semua dapat menjaga gedung gereja kita dengan ikut berpartisipasi menjaga kebersihan ruangan-ruangan yang ada dan terutama bila kita menggunakan toilet, karena kita biasanya bisa membangun akan tetapi tidak dapat memeliharanya/ /Kebersihan lingkungan gereja adalah tanggung jawab kita bersama dan tidak bisa semata-mata menjadi tanggung jawab Dewan Stasi, untuk itu marilah kita sosialisasikan masalah kebersihan ini kepada umat di Lingkungan kita masing-masing. .."/ Saya kira pendapat ini benar adanya. Marilah kita bertanggung jawab atas milik kita bersama ini. Masih ada pekerjaan lain yang kita hadapi yaitu gedung karya pastoral dan pastoran. Semoga ini juga tetap menjadi perhatian kita bersama. Tentu sebagai gembala umat saya, bersama para pengurus di stasi Laurensius, tidak akan melupakan proses pembangunan jemaat di stasi ini. Ada visi-misi yang besar dan penting untuk kita wujudkan bersama, seperti yang tertuang dalam visi - misi KAJ; membangun dan mengembangkan Gereja Katolik di Keuskupan Agung Jakarta menjadi umat yang semakin setia sebagai murid-murid Yesus dalam menanggapi Kabar Gembira keselamatan- Nya dan semakin setia sebagai saksi dan utusan-Nya di mana pun kita hidup dan bekerja. Memberdayakan lingkungan teritorial paroki dan kelompok kategorial agar menjadi umat basis yang semakin berkualitas dalam hal: *Iman *yang berpusat dalam perayaan Ekaristi, diperdalam dengan pendalaman sabda Tuhan dan ajaran Gereja, dihayati dalam penerimaan sakramen-sakramen. *Persaudaraan* : makin dibangun ke dalam (antar sesama orang beriman) dan makin inklusif (dengan tetangga se-RT/RW) dengan kesadaran bahwa kita adalah saudara sesama ciptaan Tuhan dan sesama sebangsa-setanah air. *Pelayanan*: dengan tulus peduli pada mereka yang miskin dan terpinggirkan di Jakarta, Tangerang, dan Bekasi sehingga kehadiran Gereja Katolik memberi makna bagi sesama, terutama yang menderita. Dengan strategi Pastoral Gembala yang Baik. Maaf, tulisan ini mungkin terlalu panjang untuk menyita waktu Anda semua. Mari kita bergandeng tangan mengembangkan karya Allah dalam kehidupan kita. Selamat berkarya. Tuhan memberkati Anda semua. salam nono
Rabu, 27 Mei 2009
Email dari Pastor Stasi kita
Sabtu, 23 Mei 2009
Rabu, 20 Mei 2009
Usulan Kegiatan Bersama (1)
Dimana terdengar suara gemericik air dari aliran sungai dilingkungi dengan tatanan asri taman berisi berbagai tumbuhan tempat kita bisa menikmati suasana doa yang khusuk dan hening, ya, kita bisa ber Ibadat Jalan Salib dan berdoa di Gua Maria Ratu Damai yang tanggal 16 September 2006 diberkati oleh Pastor Julianus Puryanto, SCJ. Area ini termasuk dalam wilayah Paroki St. Barnabas Rasul - Pamulang, Dekenat Tangerang, Keuskupan Agung Jakarta. Patung Bunda Maria dipahat dari batu alam oleh seniman dari Muntilan Jawa Tengah.
Gua Maria Ratu Damai berada dalam kawasan yang dikelola oleh Yayasan Bina Bhakti dengan alamat: Kp. Curug Rt 02/Rw 01, Desa Babakan, Serpong - Tangerang 15315, telpon 021-7566439. Bunda Maria juga mendampingi dan hadir ditengah-tengah para orang tua yang tinggal di Panti Werdha Bina Bhakti. Panti Werdha ini diselenggarakan mulai September 1986 yang dipimpin oleh Sr.Rina Ruigok, BKK dibantu oleh Sr.Regina, BKK (BKK = Biarawati Karya Kesehatan) dengan kapasitas 60 orang, tetapi dalam kenyataannya selalu dihuni 65-70 orang. Saat ini dikelola oleh suatu team pengelola yang terdiri dari beberapa orang, diantaranya Ibu Agnes Agustini yang menemani kami berkeliling kawasan ini dan menjelaskan berbagai hal pada tanggal 10 Februari 2009.
Lokasi ini relatif mudah dicapai dari berbagai arah yaitu, jalan raya Parung Bogor atau Jalan Tol Jakarta Merak (keluar di BSD ~ Bumi Serpong Damai) atau jalan tol JORR - Serpong (keluar BSD). Kita menuju Taman Tekno Serpong, Kampus ITI dan Perumahan Puri Serpong II. Jalan masuknya dekat papan nama perumahan Bukit Dago yang diportal, sehingga bila akan datang menggunakan bis besar sebaiknya berkoordinasi terlebih dahulu dengan team pengelola.
Selain itu, di kawasan Bina Bhakti ini terdapat juga Kapel yang dilengkapi perhentian Ibadat Jalan Salib dan Gua Maria. Untuk rombongan peziarah yang ingin merayakan ekaristi, sebaiknya 1 bulan sebelumnya memberitahukan kepada team pengelola sehingga bisa dicarikan pastor untuk memimpin Misa.
Per Mariam Ad Yesum
Selasa, 19 Mei 2009
Info Link Kitab Suci Katolik
Bagi yang membutuhkan Kitab Suci Katolik (73 kitab) On-line, dapat mengakses di http://www.imankato
Sabtu, 16 Mei 2009
There is Probably NO GOD

Jumat, 15 Mei 2009
Peresmian Gedung Gereja St. Laurensius - Alam Sutera
Sehubungan dengan rencana peresmian bangunan Gereja Stasi Sto. Laurensius - Alam Sutera oleh Bapa Uskup Kardinal Julius Riyadi Darmaatmadja, S.J. pada tanggal 21 Mei 2009, maka sesuai dengan arahan Dewan Stasi dalam rapat pleno tanggal 10 Mei lalu, Pengurus Lingkungan akan mengadakan rangkaian Doa Triduum pada tanggal 18,19 dan 20 Mei 2009 dengan jadwal tempat kegiatan sebagai berikut:
1. Hari/Tgl/Waktu : Senin, 18 Mei 2009. Pukul 20.00 di Intan 7 No. 6 ~ Rmh Bpk. Gunawan HP
Labels: alam sutera, gereja katolik, laurensius, peresmian gereja, triduum
Rabu, 13 Mei 2009
Cuplikan Majalah HIDUP edisi 20/Minggu 17, Mei 2009
Ada info cuplikan artikel Majalah Hidup nih, dari rekan Nendro Saputro dari Milis ApiK (apikatolik@yahoogroups.com).
Judul artikelnya "Mgr I. Suharyo: Ziarah Bukan Cari Pesugihan" diambil dari judul Majalah HIDUP edisi 20/Minggu 17 Mei 2009. Judul ini merupakan gambaran dari Sajian Utama yang diangkat oleh HIDUP tentang kondisi ziarah di Tanah Air.
RIngkasanya sebagai berikut:
F.X. Tri Suranto menceritakan, doa-doanya di Gua Maria Kerep Ambarawa terkabul. Studi anaknya berhasil dan langsung dapat pekerjaan, usaha kateringnya pun lancar. Cicilia Sri Lestari menceritakan, baru lima hari berdoa Koronka di Gua Kerep, ia mulai memperoleh titik terang untuk mengatasi belitan utang. Angka pengunjung Gua Maria Kerep berkisar 5.000 sampai 7.000 pengunjung, pada bulan-bulan biasa. Pada bulan Mei mencapai dua kali lipat. Dosen Mariologi STF Driyarkara Jakarta B.A. Rukiyanto SJ mengatakan, "Di Indonesia gua Maria menjamur di mana-mana. Pada bulan Mei dan Oktober, tempat ziarah Maria dipenuhi umat. Ini sangat menggembirakan. Namun, kita perlu melihat adanya kecenderungan bisnis di sekitar ziarah Maria.
Demikian ringkasan Sajian Utamanya.
Selasa, 12 Mei 2009
Warta Mei 2009
1. Bulan Maria
3. Hari/Tgl/Waktu : Rabu, 6 Mei 2009. Pukul 20.00 di Intan 2 No.28 ~ Rmh Bpk. Honady
2. Tugas Tata Laksana
Lingkungan MDL mendapat tugas tata laksana di gereja St. Laurensius pada hari Sabtu, 23 Mei 2009. Dimohon bantuan Bapak/Ibu/Remaja untuk membantu tugas tata laksana.
3. Rencana Juni
Tuhan Beserta Kita dan Salam,
Labels: Rosario, Tugas, Warta Mei 09
